Barel Siklon Baru Menuju Sumatera Selatan, Jawa Dan Bali

Barel Siklon Baru Menuju Sumatera Selatan, Jawa Dan Bali – Topan baru melanda Indonesia dan mengancam akan memicu lebih banyak banjir dan tanah longsor, pihak berwenang memperingatkan pada hari Jumat, ketika negara kepulauan itu terhuyung-huyung dari badai yang menewaskan lebih dari 200 orang, termasuk korban di negara tetangga Timor Leste. Topan tropis Odette akan menyebabkan hujan lebat di Sumatera Selatan dan bagian lain negara itu termasuk Jawa Tengah dan pulau liburan Bali. Meski badai baru itu diperkirakan tidak akan merusak seperti topan Seroja, yang melanda Indonesia timur pekan ini, badan cuaca nasional menyatakan berpotensi menimbulkan kerusakan serius. “Semua orang harus waspada terhadap potensi angin kencang dan hujan lebat serta banjir dan tanah longsor,” kata Kepala Badan Cuaca Dwikorita Karnawati.

Topan Seroja, salah satu badai paling kuat yang melanda wilayah itu selama bertahun-tahun, mengubah komunitas kecil menjadi tanah terlantar dari lumpur dan pohon-pohon tumbang, menyebabkan ribuan orang melarikan diri ke tempat penampungan di tengah pemadaman listrik yang meluas. Ancaman badai baru datang saat Presiden Joko “Jokowi” Widodo tiba di pulau Lembata yang terpukul parah pada hari Jumat.“Saya ingin menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada para korban,” kata pemimpin yang akrab disapa Jokowi itu dari zona bencana. “Saya berharap jiwa mereka akan diterima oleh Tuhan.” Kunjungannya dilakukan saat jumlah korban tewas akibat bencana banjir dan tanah longsor kembali meningkat. Setidaknya 165 orang telah terdaftar sebagai tewas di Indonesia.

42 lainnya tewas di Timor Leste sebuah negara berpenduduk 1,3 juta yang berada di antara Indonesia dan Australia yang secara resmi dikenal sebagai Timor-Leste. Lebih dari 50 orang masih hilang di dua negara Asia Tenggara itu, dan pejabat badan bencana masih mencari tumpukan puing-puing. Dengan ribuan pusat evakuasi yang memenuhi, pihak berwenang berjuang untuk menghindari penyebaran Covid-19, dan merawat anak-anak yang terkena dampak bencana. “Kami mulai memberikan layanan konseling bagi anak-anak yang mengalami trauma,” kata Josef Nae Soi, Wakil Gubernur Episentrum Bencana Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pesawat kargo dan kapal angkatan laut Indonesia yang membawa bantuan telah tiba di wilayah tersebut dengan lebih dari 4.000 personel militer dikirim untuk membantu upaya bantuan. Sebuah kapal rumah sakit juga sedang dalam perjalanan untuk membantu merawat para korban di wilayah tersebut, di mana klinik medis setempat kewalahan.

Lebih dari 20.000 orang telah dievakuasi dari komunitas yang dilanda bencana dan banyak yang kehilangan tempat tinggal akibat badai. Topan itu sekarang menuju Australia, di mana pihak berwenang mendesak para wisatawan untuk mengevakuasi hamparan pantai barat negara itu sebelum mendarat pada Minggu malam atau Senin pagi.Tanah longsor yang fatal dan banjir bandang biasa terjadi di seluruh kepulauan Indonesia selama musim hujan, dengan penggundulan hutan sering menjadi penyebabnya, kata para pencinta lingkungan. Badan penanggulangan bencana memperkirakan bahwa 125 juta orang Indonesia – hampir setengah dari populasi negara tinggal di daerah yang berisiko longsor.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *