Pejabat Qualcomm: 5G Seharusnya Dirayakan, dan Selesaikan Dulu Tantangannya!

Masa depan teknologi nirkabel memasuki fase baru dengan kehadiran System on Chip (SoC) Snapdragon 845 besutan Qualcomm. Pejabat Qualcomm percaya, setelah ekosistem IT siap mendukung kemampuan koneksi jaringan 5G, maka akan ada inovasi-inovasi IT di level berikutnya, yang akan mengubah bukan hanya kebiasaan bermain gawai, tetapi juga sisi kehidupan yang lebih besar . Ekonomi.

Saat presentasi dalam peluncuran Snapdragon 845 di Maui Hawaii, Qualcomm’s executive vice presiden, Cristiano Amon, menyebut kehadiran SoC ini akan mendorong gaya hidup baru masyarakat pengguna gawai.

Dengan sistem prosesor baru ini, selain karena koneksi yang lebih cepat, kemampuan artificial intelligence dan sisi imersi terkait extended reality, masuk ke level yang baru. Bisnis model baru akan bermunculan karena kemajuan telekomunikasi ini.

“Nanti di masa depan kita bisa berinteraksi dengan orang dari belahan dunia yang berlainan bahasa dengan penterjemah waktu nyata (real time),” kata Alex Katouzian, SVP and General Manager, Mobile Qualcomm Techonology Industries, Inc.

“Tetapi kalian di belakang sana yang bertugas sebagai penterjemah, kalian tetap akan dapat bekerja, kalian hebat,” Katouzian setengah bergurau. Ia menunjuk para penterjemah yang berada di barisan paling belakang di saf kursi hadirin Qualcomm Snapdragon Technology Summit 2017, Hawaii. Hadirin tertawa kecil.

Cristiano mengatakan selama ini ada bias mengenai generasi nirkabel, atau era nirkabel. Memang ada berbagai kekhawatiran muncul seperti, apakah ketika teknologi telekomunikasi jauh lebih canggih dari saat ini, lapangan kerja semakin sempit?

Teknologi telekomunikasi dengan kemampuan koneksi jaringan yang semakin cepat, perangkat yang semakin praktis, belum lagi inovasi kecerdasan buatan (artificial intelligence) yang memungkinkan berbagai aplikasi baru muncul menurut Amon, era nirkabel di masa datang tidak perlu dikhawatirkan.

Dewasa ini berbagai bisnis model bermunculan karena transormasi yang terjadi pada teknologi jaringan. Dalam beberapa kasus memang ada lapangan kerja tak lagi relevan karena terganti ‘mesin’. Tetapi yang terjadi saat ini cukup memberikan gambaran. Bagaimana Uber dan aplikasi sejenis lain misalnya, justru membuat lapangan kerja baru. Padahal sebelumnya belum pernah terpikirkan. Dan ini terjadi karena jaringan yang semakin cepat.

Jaringan 5G yang sedang dipersiapkan, bila bisa diimplementasikan optimal akan mendorong berbagai usaha baru yang mungkin belum dapat kita bayangkan saat ini.

“Saya sudah berbicara dengan berbagai organisasi, di China dan lain-lain, dan saya percaya era nirkabel adalah penting buat ekonomi global. Ketika tranformasi dari 3G ke 4G, ketika Anda mempunyai infrastruktur yang mendukungnya, apa yang Anda lihat di Amerika, sebagai negara pertama yang mengaplikasikan 4G, kemudian diikuti China dengan skala yang luas. Banyak perusahaan yang melakukan pengembangan sehingga sekarang ada Instagram, Uber, dan yang lainnya, Whatsapp.”

“India adalah contoh yang paling tepat. Jika Whatsapp berhenti beroperasi, itu akan berkorelasi langsung pada GDP,” ujar Amon saat sesi tanya jawab dengan analis dan jurnalis dari Amerika Latin, India dan Asia Tenggara, di Qualcomm Snapdragon Technology Summit 2017, di Maui, Hawaii 7 Desember 2017. Hadirin menganggap ucapan Amon ini lucu sehingga tertawa.

“ Saya percaya negara atau wilayah yang melangkah mendukung infrastruktur, dan mendorong perusahaan terkait untuk kompetitif, saya kira bagi Brasil, India dan negara Asia lainnya, hal tersebut (era 5G) harus merayakannya,” katanya.

Namun, ada tantangan untuk melangkah menyambut era 5G. Spektrum harus tersedia, perangkat yang mendukung juga infrastruktur serta pembangunannya. “Dan di banyak kasus kita bicara soal regulasi pemerinta di mana pemerintah mengeluarkan peraturan fleksibel yang membolehkan operator untuk penemuan-penemuan dan menyediakan jaringan yang bisa mendorong industri dapat berkembang dengan jaringan 5G,” ujar Amon.

admin

Create Account



Log In Your Account