Kini Surabaya Fever Menang Dan Memperoleh Margin 62 Angka

Surabaya Fever semakin menunjukkan hegemoninya dalam lanjutan Kompetisi Bola Basket Putri Srikandi Indonesia di seri I yang berlangsung di GOR Flying Wheel, Makassar, Sulawesi Selatan. Pada pertandingan di hari ketiga babak penyisihan Pool A, tim asuhan pelatih Welliyanto Pribadi tersebut berhasil mengalahkan Tanago Friesian Jakarta dengan margin kemenangan 62 angka (115-53).

Kini Surabaya Fever Menang Dan Memperoleh Margin 62 Angka

Bermaterikan kumpulan para pemain Nasional layaknya Gabriel Sophia, Sumiati, Henny Sutjiono dan Natasha Debby Christaline, tidak membuat tim asal Kota Pahlawan tersebut kesulitan dalam merotasi para pemainnya. Sebaliknya, sejak kuarter awal Tanago Jakarta yang selalu ekstra keras dalam meladeni perlawanan sekaligus membendung permainan cepat yang diperagakan Fever.

Dominasi para pemain Fever bahkan sudah tercium menutup babak pertama, saat mereka mampu mengunci keunggulan 57-26 atas lawannya. Fever pun memaksa Tanago untuk melakukan total 16 kali kesalahan. Tidak hanya itu saja, mereka juga dominan dalam urusan steal (14 kali) dan assist (15) berbanding dua kali steal dan empat assist yang berhasil di raih lawannya.

Meski unggul pengalaman dan kualitas permainan, Wellyanto Pribadi tetap memberikan instruksi khusus kepada anak asuhnya di pinggir lapangan untuk tidak menurunkan tempo permainan. Hasilnya Gabriel Sophia dan rekan-rekannya makin memperlebar keunggulannya pada dua kuarter berikutnya. Puncak dari permainan matang Fever pada pertandingan tadi, menorehkan terciptanya rekor kemenangan terbesar selama keikutsertaan mereka di kancah basket nasional dengan meraih kemenangan 115-53.

Seluruh pemain Surabaya Fever turut berperan dalam mencetak angka. Dua pemain Fever Debby dan Ondy Nugroho merupakan top skorer bagi timnya, keduanya sama-sama menorehkan 16 poin. Sementara dari kubu Tanago Jakarta, point guard andalan mereka yakni Tiara Aulia Denaya mencetak 26 poin dan enam rebound.

“Saya tidak memikirkan rekok kemenangan angka terbanyak. Yang menjadi catatan saya, mereka semakin baik di banding dua game awal kemarin. Namun masih ada sedikit kekurangan yang harus kami perbaiki jelang semifinal nanti,” komentar Wellyanto Pribadi, pelatih kepala Surabaya Fever yang sudah berhasil mengantarkan timnya menjadi juara sebanyak empat kali itu.

Masuknya Natasha Debby Christaline dalam roster Surabaya Fever tahun ini juga semakin mempermudah kinerja Fever. Permainan cepatnya dilapangan kerap kali membuat para pemain Tanago kesulitan untuk menjaga eks pemain Sahabat Semarang.

“Memang disini peran saya semakin mudah karena saya bisa berbagi peran dengan para pemain Fever lainnya yang juga sebagian besar rekan saya di timnas. Jika di Sahabat mungkin permaian saya terlihat dominan karena bola akan selalu kesaya. Tapi sisi positipnya kepindahan saya ke Fever, mereka bisa regenerasi, walau dalam tiga pertandingan babak penyisihan, hati kecil saya sedih melihat adik-adik saya di Sahabat menjadi bulan-bulanan lawan.” Komentar Debby yang gemar mendengarkan musik dikala senggangnya.

Hasil minor atas Surabaya Fever tidak lantas membuat pelatih Tanago Friesian Abrizalt Hasiholan kecewa. Ia sadar lawan merupakan satu level diatas timnya. Yang terpenting para pemainnya mengambil pelajaran dari pertandingan melawan juara bertahan.

“Anak-anak sudah bermain dengan baik dan all out saat menghadapi Fever. Saya hanya kasih kepercayaan dan motivasi kepada mereka supaya next game tampil lebih baik lagi,” Ujar Coach Jali sapaan akrabnya.

“Kami bisa belajar banyak dari mereka yakni bermain team work, Sementara kita juga harus bermain lebih sabar dan konsisten,” pungkas Tiara Aulia Denaya, motor permainan Tanago Jakarta.

admin

Create Account



Log In Your Account