Dalam Menghadapi Kebocoran Pipa Balikpapan Seharusnya Siap

Kebocoran pipa PT Pertamina di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur menjadi kebocoran paling besar di Indonesia. Ketua Umum Ikatan Profesional Lingkungan Hidup Indonesia Arudji Wahyono pun tak menyangka kebocoran pipa terjadi di Balikpapan.

Dalam Menghadapi Kebocoran Pipa Balikpapan Seharusnya Siap

Arudji mengatakan, pengelolaan minyak di Balikpapan diklaim paling maju dibandingkan pengelolaan minyak dan gas di kawasan Sumatera Utara, Aceh, Riau, Jambi, Lampung, dan Jakarta. Tak hanya itu, Balikpapan juga disebut memiliki teknologi paling mutakhir.

“Dari sisi organisasi dan prosedur Balikpapan paling lengkap dan siap. Area ini memiliki kapasitas alat penanggulangan paling canggih dan lengkap dari seluruh area,” kata Arudji di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 7 April 2018.

Perusahan minyak di kawasan ini pun terkenal paling rajin melakukan latihan penanggulangan kebocoran minyak. Dia bahkan menjadi contoh dari negara tetangga seperti Philippina.

“Ini pasti ada sesuatu yang tidak jalankan dalam proptap. Misalnya ada laporan yang tidak dilaporkan ke Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP),” ungkapnya.

Berbicara kerugian, ia meminta PT Pertamina untuk bertanggung jawab. berdasarkan Pasal 88 Undangan-undangan Lingkungan Hidup, setiap orang yang tindakannya, usahanya, atau kegiatannya menggunakan B3, menghasilkan atau mengelola limbah B3, dan atau yang menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan hidup bertanggung jawab mutlak atas kerugian yang terjadi tanpa perlu pembuktian unsur kesalahan.

“Kita memiliki instrumen di mana yang mencemarkan itu harus membayar seluruh kerugian,” pungkasnya.

admin

Create Account



Log In Your Account