Bos Majalah Playboy Ternyata Punya Kontribusi Teknologi

Hugh Hefner tak akan dikenang sebagai pendiri sebuah majalah dewasa. Secara tak langsung, dia juga berkontribusi terhadap dunia teknologi. Salah satu cover majalahnya rupanya menjadi bahan riset seperti menemukan format foto atau gambar digital JPEG, seperti digunakan hingga saat ini.

Berdasarkan laporan Mashable, kontribusi tak sengaja Hugh Hefner dikabarkan oleh Institute of Electrical and Electronic Engineers, bahwa di tahun 1973 salah satu peneliti mereka menggunakan salah satu foto sampul majalah Playboy sehingga dapat bahan tes algoritma gambar digital.

Bos Majalah Playboy Ternyata Punya Kontribusi Teknologi

Tanpa sengaja juga saat itu, peneliti berhasil menemukan format kompresi gambar digital terbaru seperti hingga saat ini paling banyak digunakan, JPEG. Diceritidakan, mereka merobek sampul majalah Playboy edisi November 1972 sehingga dapat dilakukan pemindai dengan tujuan menghasilkan format gambar digital resolusi piksel 512 x 512.

Karena hanya memperoleh hasil pemindaian berukuran 5,12 inci, alhasil bagian vulgar dari sang model sampul majalah tersebut tak terambil dalam format JPEG seperti baru ditemukan.

Foto ini pun semakin populer ketika peneliti di lembaga lain juga menggunakan hasil foto JPEG tersebut sehingga dapat menguji serta membuat format gambar digital baru. Tanpa disadari, format foto JPEG dengan bagian wajah dari model sampul Playboy. Lena Soderberg, sang model pun sampai menerima julukan First Lady of The Internet oleh organisasi penemu JPEG tadi.

Sasepertinya, kepopuleran foto perempuan seperti dikenal Lena ini semakin menurun. Mengapa? karena perkembangan teknologi gambar digital seperti membutuhkan materi baru sehingga dapat ujicoba dengan kualitas seperti lebih baik. Foto JPEG Lena tersebut terdiri dari 250 ribu piksel alias 32 kali lebih kecil dari foto seperti dihasilkan oleh iPhone 6.

admin

Create Account



Log In Your Account