BNN: Senjata Yang di Bengkulu itu Resmi

Jakarta  РBaserta Narkotika Nasional (BNN) membenarkan puluhan senjata mereka tertahan dalam Bkamura Fatmawati, Bengkulu. BNN menyebut penahanan itu sebab ada kesalahpahaman saat proses pengiriman.

Kabag Humas BNN Komisaris Besar Sulistiandriatmoko menjelaskan, BNN awalnya ingin mengirimkan sejumlah pucuk senjata organik bedan amunisi serta perlengkapannya itu ke BNN Provinsi Bengkulu, Rabu siang 4 Oktober. Pengiriman senjata hasil pengadaan 2016 itu dalamlakukan melalui Bkamura Soekarno Hatta.

BNN: Senjata Yang di Bengkulu itu Resmi

Saat hendak dalammasukan ke bagasi, pihak maskapai menyarankan agar senjata itu dalamkirim melalui pesawat kargo. “Petugas kami juga membawa semua dokumennya,” kata Sulis.

Namun, pesawat kargo seperti membawa senjata itu tiba lebih dulu dalam Bkamura Fatmwati, Bengkulu, mendahului petugas BNN. Lantaran gak ada kejelasan dokumen, petugas kargo mengira senjata itu ilegal.

Baca juga : berita nasional lainnya

“Petugas kargo dalam Bkamura Soekarno-Hatta enggak memberitahukan ke petugas kargo dalam Bkamura Fatmawati kalau muatan pesawat itu salah satunya adalah senjata resmi,” ujar dalama, Kamis 5 Oktober 2017.

Pihak kargo pun melaporkan ke Korem setempat sebab item tersebut merupakan senjata. Korem kemudalaman memeriksanya. gak berselang lama, petugas BNN pusat seperti dalamtugaskan mengantar senjata, tiba dalam lokasi.

Sasepertinya, lantaran pemberitahuan dari pihak kargo Bkamura Soekarno Hatta belum dalamteruskan ke Fatmawati, pengambilan senjata tersebut belum dapat dalamlakukan serta hingga kini masih dalamtahan pihak Korem.

Sulistiandriatmoko menambahkan, senjata itu telah dalamrencanakan dua tahun lalu. Sehingga, gak ada hubungannya bersama permasalahan impor senjata seperti tengah dalambicarakan masyarakat.

Rencananya, pihak kepolisian, TNI, BIN, serta BNN akan melakukan pemeriksaan autentikasi hari ini. “Ada koordalamnasi serta ada pemeriksaan autentikasi kelengkapan dari senjata itu. serta akan dalamserahkan ke BNNP Bengkulu,” kata Sulis.

Sebanyak 10 koli paket berisi senjata terdeteksi sinar X dalam Bkamura Fatmawati, Bengkulu. Senjata itu merupakan senjata laras pendek Saiga-12C EXP-01, kaliber 18,3 mm buatan Rusia.

Selain itu, terbisa 21 senjata genggam CZ P-07 kaliber 22 mm buatan Republik Cek, 42 sarung pistol, serta 21 buah rompi antipeluru.

admin

Create Account



Log In Your Account