Dipenuhi Oleh Pasien Dari Kota-kota Terdekat, Jakarta Beralih Ke Pemerintah Pusat

Dipenuhi Oleh Pasien Dari Kota-kota Terdekat, Jakarta Beralih Ke Pemerintah Pusat – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta pemerintah pusat untuk mengambil alih penanggulangan Covid-19 di Jabodetabek yang meliputi Jakarta dan kota-kota sekitarnya karena ibu kota kehabisan tempat tidur rumah sakit akibat banyaknya pasien dari kota-kota terdekat di mana Jakarta tidak memiliki yurisdiksi. Wakil Anies Ahmad Riza Patria seperti dikutip kompas.com mengatakan bahwa gubernur “sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, semoga bisa mengambil alih kendali situasi”. Riza berharap pemerintah pusat dapat meningkatkan fasilitas kesehatan di Jabodetabek dengan menambah tempat tidur rumah sakit, menyarankan agar pemerintah pusat mengambil alih koordinasi pengendalian Covid-19 di setiap daerah, terutama ketika fasilitas kesehatan kewalahan. Dalam posting Instagram pada hari Rabu, pemerintah Jakarta mengatakan bahwa rumah sakitnya, pada 17 Januari, hanya memiliki 13 persen tempat tidur atau sekitar 1.011 tempat tidur isolasi dan 192 tempat tidur perawatan intensif gratis untuk menampung pasien Covid-19.

Dikatakan, 24 persen dari total 8.890 tempat tidur isolasi dan perawatan intensif diisi oleh pasien dari Tangerang yang berada di bawah administrasi Banten dan Bogor, Depok, dan Bekasi tiga kota di bawah yurisdiksi Jawa Barat. 63 persen tempat tidur sisanya ditempati oleh pasien Jakarta. Jakarta pekan lalu kembali ke apa yang disebut pembatasan sosial skala besar (PSBB) yang diberlakukan hingga 25 Januari untuk mencegah rumah sakit kewalahan dengan pasien dan staf Covid-19 agar tidak kewalahan. Tetapi bahkan kemudian, kasus harian Jakarta terus melonjak, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa 3.786 kasus baru pada hari Rabu sehingga total penghitungan kumulatif menjadi 236.075 kasus. Ini memecahkan rekor tertinggi harian Jakarta yang tercatat dalam beberapa minggu terakhir, termasuk rekor harian 2.959 kasus baru yang dicatat pada 8 Januari, sehari sebelum Anies mengumumkan pengembalian ke PSBB penuh. Jakarta menyumbang proporsi yang signifikan dari kasus baru harian di negara ini. Kota ini saat ini memiliki 21.224 kasus aktif dan 3.868 kematian.

Provinsi lain di pulau Jawa, seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Yogyakarta, juga mengalami tingkat hunian tempat tidur yang tinggi dalam beberapa minggu terakhir. Tangerang Selatan di Banten dilaporkan sedang mencari kemungkinan menyediakan kamar hotel untuk pasien asimtomatik yang mengisolasi diri karena rumah sakit COVID-19 di kota itu mulai kehabisan tempat tidur. Pemerintah pusat berencana menambah kamar rumah sakit untuk merawat pasien Covid-19 jika Indonesia menghadapi lonjakan kasus hingga 100 persen. Di Jabodetabek, pemerintah mungkin bekerja sama dengan semua rumah sakit di wilayah tersebut, menurut juru bicara Kementerian Kesehatan untuk urusan Covid-19 Siti Nadia Tarmizi, kompas.com melaporkan. “Ini akan dibahas lebih lanjut karena ini akan melibatkan semua pihak, baik dari satgas COVID-19 maupun kementerian atau lembaga negara,” ujarnya seperti dikutip kompas.com.

Tetapi para ahli kesehatan telah memperingatkan bahwa menambahkan tempat tidur rumah sakit hanyalah perbaikan cepat yang pada akhirnya akan goyah jika jumlah kasus harian terus meningkat, terutama ketika kesenjangan pengujian antara Jakarta dan provinsi tetangganya tetap ada. Pakar kebijakan kesehatan Ilham Akhsanu Ridlo mengatakan bahwa pemerintah pusat seharusnya memperkuat upaya pengujian dan penelusuran serta memperkuat protokol kesehatan dan memastikan kepatuhan publik. “Upaya ini harus dapat membantu mengurangi kecepatan penularan, serta membeli cukup waktu sehingga rumah sakit Covid-19 dapat meningkatkan kualitas layanannya agar dapat merawat pasien secara efektif,” kata Ilham kepada The Jakarta Post. Tingkat pengujian di Jakarta telah sembilan kali lebih tinggi dari patokan minimum Organisasi Kesehatan Dunia 1.000 per 1 juta orang per minggu dalam tiga minggu terakhir, sedangkan Banten dan Jawa Barat secara umum turun sedikit di bawah patokan, menurut situasi WHO. melaporkan pada 20 Januari. Dalam upaya memperlambat laju penularan Covid-19, pemerintah telah memberlakukan beberapa langkah untuk membatasi mobilitas publik, yang terbaru adalah pembatasan aktivitas publik (PPKM) 14 hari di Jawa dan Bali mulai dari 11 Januari. Pada hari Kamis, PPKM diperpanjang hingga 8 Februari.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *