Larangan Perjalanan COVID-19 Menjadi ‘Peringatan’ Untuk Indonesia

Larangan Perjalanan COVID-19 Menjadi ‘Peringatan’ Untuk Indonesia – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat menyerukan evaluasi segera terhadap upaya mitigasi COVID-19 pemerintah menyusul larangan perjalanan yang diberlakukan terhadap Indonesia oleh 59 negara karena masalah virus corona. Anggota parlemen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Syaifullah Tamliha berpendapat bahwa larangan semacam itu dapat membahayakan posisi negara di dunia internasional, karena akan menimbulkan stigma terhadap Indonesia dan berdampak negatif terhadap perekonomian. “Dunia mungkin menganggap kita tidak disiplin dalam mengimplementasikan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia dan Kementerian Kesehatan kita sendiri,” katanya dalam pernyataan tertulis pada hari Rabu, menambahkan bahwa larangan dapat membahayakan perdagangan internasional dan pasar saham negara.

Syaifullah mendesak Presiden Joko “Jokowi” Widodo dan pimpinan DPR untuk mempertimbangkan penundaan pemilihan kepala daerah tahun ini, yang hari pemungutan suara dijadwalkan pada 9 Desember. Dia mengatakan peristiwa politik besar hanya akan memperburuk krisis saat ini. Pemilu dapat memicu peningkatan signifikan dalam jumlah kasus COVID-19 di Indonesia. Senada dengan Syaifullah, Jazuli Juwaini dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mengatakan larangan bepergian harus menjadi seruan agar pemerintah lebih fokus menyelamatkan nyawa warga. “Kami perlu menanggapi larangan bepergian dengan melindungi warga dan menahan penyebaran COVID-19 di negara ini,” kata Jazuli. Anggota parlemen dari Partai Golkar Christina Aryani mengatakan negara lain juga memiliki hak untuk melindungi kehidupan warganya sendiri, terutama dari negara yang tercatat memiliki kasus COVID-19 yang tinggi.

“Seharusnya kita sadar bahwa jumlah COVID-19 kasus di Indonesia masih tinggi, lebih dari 200.000 kasus. Ini bukan masalah tertawa, “katanya. Jokowi telah berjanji bahwa pemerintah akan memprioritaskan mitigasi COVID-19, mengklaim bahwa kesehatan masyarakat adalah kunci pemulihan ekonomi. Indonesia melampaui 200.000 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi pada hari Selasa, setelah secara konsisten mendeteksi rekor jumlah infeksi baru dalam beberapa minggu terakhir. Menurut data pemerintah pada hari Rabu, penghitungan keseluruhan negara itu adalah 203.342 setelah mencatat 3.307 kasus baru. Sebanyak 8.336 orang meninggal karena penyakit tersebut, sementara 145.200 orang telah sembuh.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *