Tim Penyelamat Korban Longsor Jawa Barat

Tim Penyelamat Korban Longsor Jawa Barat – Hujan deras dan tanah yang tidak stabil menyebabkan rentetan longsor di Sumedang, Jawa Barat, pada Sabtu, merenggut nyawa sedikitnya 19 orang dan melukai 18 lainnya. Di antara korban tewas adalah tim SAR dan pejabat pemerintah daerah yang telah bekerja untuk mengevakuasi korban bencana. Longsor pertama terjadi sekitar pukul 4 sore. Saat itu tebing setinggi 20 meter di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang roboh dan menimbun 14 rumah. “Sekitar 12 orang berada di dalam rumah,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang Ayi Rusmana pada Sabtu, seperti dikutip kompas.com.
Saat tim SAR sedang mengevakuasi korban dari rumah yang tertimbun, longsor kembali terjadi pada pukul 18.30. di lokasi yang sama. Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak Minggu pagi, sedikitnya 11 tim penyelamat dan penonton terkubur dalam longsoran kedua.

Juru bicara BNPB Raditya Jati mengatakan, personel penyelamat berhasil menyelamatkan delapan jenazah dari insiden pertama dan 11 lainnya dari yang kedua hingga Minggu pukul 08.22. Di antara mereka yang tewas adalah Panglima Kodam Cimanggung Kapten Inf. Setio Pribadi dan Kepala Dinas Darurat dan Logistik BPBD Sumedang Yedi. “Tiga orang luka berat dan 15 lainnya luka ringan,” kata Raditya dalam sebuah pernyataan. Badan penanggulangan bencana setempat mengevakuasi 150 warga dari daerah tersebut setelah bencana. Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan pemerintah pusat telah memberikan Rp 1 miliar (US70.847) untuk operasi tanggap bencana kepada Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir. Dia menambahkan, pemerintah akan memberikan kompensasi kepada warga yang rumahnya rusak dalam insiden tersebut.

Doni mengimbau warga untuk tidak kembali ke rumah mereka sampai pihak berwenang menyelesaikan penilaian bahaya longsor mereka. “ Setelah evaluasi, masyarakat yang semula tinggal di zona merah daerah berisiko tinggi harus rela keluar rumah dan dipindahkan ke tempat lain,” kata Doni. “Pemerintah Sumedang akan menyediakan area relokasi.” Menurut aplikasi mobile “InaRISK” BNPB, sekitar 60.000 hektar lahan di 26 kabupaten di Sumedang tergolong berisiko longsor sedang hingga tinggi. Badan Bencana Nasional mengimbau warga Sumedang dan masyarakat umum untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi , seperti banjir, tanah longsor dan tornado, dalam beberapa hari mendatang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan curah hujan tinggi dan badai petir di sebagian besar wilayah negara itu dalam tujuh hari ke depan. Dikatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim hujan pada bulan Januari dan Februari. Deputi Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Papua akan menghadapi kondisi cuaca ekstrem dalam beberapa hari mendatang. “Kondisi ekstrim ini berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan gelombang laut tinggi,” kata Guswanto dalam keterangannya baru-baru ini.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *