Hunian Sementara Segera Dibangun untuk Warga Balaroa dan Petobo

7 views
banner 300x280

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut warga di kawasan Balaroa dan Petobo bakal mendapat perhatian khusus. Ribuan rumah dan fasilitas publik yang hancur akibat likuefaksi akan direlokasi.

Hunian Sementara Segera Dibangun untuk Warga Balaroa dan Petobo

“Relokasi perlu dilakukan perencanaan dan persiapan yang matang. Oleh karenanya Pemerintah akan membangun hunian sementara (Huntara) yang ditargetkan rampung dalam dua bulan. Makin cepat Huntara selesai, makin cepat penduduk bisa pindah dari tenda,” kata Basuki melalui keterangan tertulis, Minggu, 7 Oktober 2018.

Titik-titik lokasi yang akan dibangun Huntara akan disepakati bersama dengan Pemerintah Kota Palu. Saat ini, ada beberapa lokasi tanah milik Pemerintah yang bisa menjadi tempat relokasi penduduk.

Meski demikian, kata Basuki, kajian bakal dilakukan dengan BMKG, Badan Geologi dan para pakar lainnya. Ini untuk memastikan tanah aman dari kemungkinan terjadinya gempa di masa depan.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga memaparkan dalam masa tanggap darurat konsentrasi masih pada penanganan prioritas. Ada empat tugas yang masih menjadi fokus yakni, membantu evakuasi korban bencana, penyediaan air bersih dan sanitasi, pembersihan kota dari puing-puing bangunan, dan penyelesaian masalah konektivitas.

“Untuk konektivitas saat ini jalan-jalan sudah mulai terbuka dari mulai lintas barat, lintas tengah, lintas timur, dan perbaikan dua jembatan di jalan nasional, dengan terbukanya konektivitas, bantuan logistik sudah mulai lancar,” ujar Danis.

Dalam menyediakan air bersih dan sanitasi bagi pengungsi, Kementerian PUPR menyediakan 22 Hidran Umum (HU) berkapasitas masing-masing 2.000 liter yang tersebar di 18 titik. Lokasinya antara lain di Lapangan Watulempo, Halaman Balaikota, Bundaran Biromaru, Bundaran STQ, Makorem, Masjid Raya, Mako Sabara Paboya.

Selanjutnya Lapangan Anoa, Lapangan Perdos, Lapangan Dayodara, GOR Srikandi, Kampung Siswa (Kel. Baiya), Kel. Patoloan Boya, BTN Lasonni, Mako Set Brimob Mamboro, Lapangan Bonja Vera di Kabupaten Donggala (2 unit), Lapangan Kawatuna (2 unit), dan Gedung RRI Palu (2 unit).

Kementerian PUPR juga telah mengirimkan mobil instalasi pengolahan air yakni dua unit dari Surabaya dan satu unit dari Bekasi. Ketiga mobil itu telah tiba di Palu dan digunakan memenuhi kebutuhan air bersih pengungsi.

Sementara proses pembersihan material bangunan di Kota Palu dan Donggala dilakukan dalam pemulihan akses jalan. Total alat berat yang sudah beroperasi terdiri 26 excavator, 12 dump truck, 6 wheel loader, 6 buldozer, 1 unit rock breaker dan 1 unit backhoe loader.

banner 300x280